Facebook Ads VS Search Engine Optimization (SEO)

Saat pertama kali mencoba beriklan di Facebook sekitar tahun 2012, saat itu saya benar-benar terkesima dengan hasil yang diberikan dari memasang iklan di Facebook. Selain itu momennya bertepatan dengan perubahan algoritma Google yang berdampak pada hilangnya ranking website saya.

Dengan kejadian tersebut akhirnya saya memutuskan meninggalkan SEO dan fokus mendatangkan traffic menggunakan Facebook ads. Namun apa yang terjadi? setelah berjalannya waktu tanpa disadari ternyata saya terjebak dengan zona nyaman.

Sehingga saya pun tidak menyadari kalau ternyata Facebook juga seperti Google banyak melakukan perubahan-perubahan algoritma mereka dalam menampilkan iklan. Sehingga yang terjadi performa iklan saya terus turun tanpa memahami apa yang sebenarnya terjadi.

Hingga akhirnya mulai berpengaruh pada bisnis saya, dimana omset berangsur-angsur menurun, hingga akhrinya tidak sanggup alagi beriklan. Dengan kondisi tersebut saya akhirnya memutuskan untuk kembali melakukan optimasi search engine.

Berikut ini adalah Faktor Yang di Tekankan Oleh Google dalam SEO

1. Kualitas Konten

Sejak Google melakukan update algoritma panda hingga yang terakhir kemarin update mayor Google Broad Core, intinya Google semakin mempertajam algoritmanya dalam menentukan kualitas suatu konten.

Sehingga saat ini jangan harap dapat menduduki ranking 10 besar atau bahkan 50 besar dengan konten yang asal-asalan. Google ingin setiap konten yang di tampilkan di hasil pencriannya dapat memberikan solusi bagi pembacanya.

2. User Experience

User experience atau pengalaman pengguna ini juga menjadi salah satu yang diperhatikan oleh Google, dan ini berhubungan dengan desain suatu website. Jika dulu orang ingin meningkatkan konversi dengan cara menghilangkan menu navigasi dan pilihan artikel sehingga pengunjung hanya memiliki pilihan beli atau menutup website. Maka saat ini model website seperti itu sudah tidak bisa masuk di halaman pertama Google.

Alasannya Google ingin para pengguna mendapatkan pengalaman yang bermanfaat, selain itu dulu konsep landing page seperti itu sering disalahgunakan dalam mendulang klik dari Adsense sehingga menjadi latar belakang mengapa Google tidak menyukai hal tersebut.

3. Backlink Berkualitas

Untuk backlink ini pada intinya sama yaitu mendapatkan link balik dari website lain yang memiliki tema yang sama. Namun kali ini jenis backlinknya yang lebih ditekankan.

Kalo dulu kita bisa sembarangan naruh link seperti di komen, profil  forum, forum signature dan lain lian. Kali ini Google lebih menitik beratkan pada jenis backlink kontekstual link. Yaitu link yang berada di dalam artikel yang relevan, sedangkan model backlink lainnya sering dianggap SPAM oleh Google sehingga dapat menurunkan ranking halaman situs kita.

Untuk mendapatkan kontekstual link yang berkualitas ini ada 2 tempat, yaitu web 2.0 dan situs-situs yang memiliki nilai authority yang tinggi. Namun sayangnya untuk mendapatkan backlink dari authority site tidaklah mudah, bahkan seringkali harus membayar dengan nilai yang fantastis.

Namun dimana ada kemauan disitu maka ada jalan.

Saat ini sudah berjalan 6 bulan sejak mulai bermain SEO lagi, dan hasilnya sudah mulai terlihat. Yang perlu dicatat melakukan SEO ini tidaklah instan namum butuh proses yang bekesinambungan. 

Jika memang anda memiliki dana promosi yang cukup besar ada baiknya menggunakan Jasa SEO Profesional untuk menghandle seluruh optimasi website anda. Sedangkan sebagian dana promosi anda tetap digunakan untuk beriklan baik itu di Facebook atau Google ads.

Karena jika proses SEO dilakukan bersamaan dengan anda memasang iklan maka hasil yang didapat relatif lebih cepat. Karena ada algoritma Google yang mengukur seberapa sering website anda di akses orang.

Semakin sering maka Google akan mengganggap bahwa website anda banyak dicari orang, dan ketika dari segi SEO onpage dan offpage juga sudah optimize maka Google akan memberikan ranking yang tinggi untuk website anda.