Review Film : Shazam (2019)

Kalau kamu penyuka film action komedi, maka film satu ini wajib masuk dalam daftar film yang harus kamu tonton. Shazam, sebuah film superhero yang diadaptasi dari DC comic dan diangkat ke layar lebar oleh warner bross. Referensi dari Hollywood mayoritas menyatakan bahwa film Shazam! adalah salah satu karya terbaik DC dan Warner Bross.

Bercerita mengenai seorang anak asuh berusia 14 tahun yang menjadi pahlawan super. Kisah asal usulnya mengikuti Billy Batson (Asher Angel) ketika dia bertemu dengan Wizard Shazam (Djimon Hounsou) yang memberikan bocah itu kekuatan untuk menjadi superhero Shazam (Zachary Levi). Dalam film itu, Billy harus berhadapan dengan Dr. Thaddeus Sivana (Mark Strong) yang jahat dan monster Seven Deadly Sins.

Kebijaksanaan dari Solomon / Salomo, kekuatan dari Hercules, stamina dari Atlas, power dari Zeus, keberanian dari Achilles, kecepatan dari Mercury disingkat menjadi SHAZAM! itulah kekuatan yang diberikan oleh penyihir Shazam. Freddy yang seperti layaknya seorang mentor bagi Shazam! terus mencoba segala kekuatan super apa yang ada di Shazam! mulai dari invisibility (tidak terlihat), anti api hingga terbang. Proses menemukan dan menguasai kekuatan ini sungguh lucu dan menarik karena lebih banyak gagalnya daripada berhasilnya dan tentu juga karena mereka berdua selayaknya anak kecil masih sering bercanda dan bermain-main dengan segala kemampuan dari Shazam!

Film Shazam ini dapat dibilang diluar ekspektasi, hal tersebut mungkin karena sutradara yang menggarap film ini adalah David F. Sandberg. Ah, tentu saja, sebelumnya ia adalah sutradara film horor dan belum pernah membuat film bertema superhero.

Namun, apa yang ditawarkan oleh David di film ini jelas berbeda dengan dua film yang ia kerjakan. Bahkan cerita ini dapat dinikmati dengan santai bagi kamu yang belum terlalu familiar dengan karakter Shazam itu sendiri.

Lagi-lagi, penyampaian cerita yang ringan seperti asal-usul Shazam, bagaimana ia melakukan tes kekuatan dengan kocak hingga pertarungannya dengan Dr. Thaddeus Sivana membuat ceritanya jadi terasa seru

Tak ada lagi pertarungan-pertarungan berat demi idealisme para superhero, namun pertarungan yang kocak, namun tetap serius. Secara keseluruhan, rasanya apa yang disampaikan oleh para penonton dan kritikus ketika test screeningpertama Shazam di Amerika memang benar-benar terbukti. Shazam! adalah film superhero yang memang benar-benar segar dari kolaborasi DC dan Warner Bross .

Pertanyaannya bagaimana nasib DCEU setelah kegagalan total Justice League? Sejak film Aquaman unsur DCEU mulai dihilangkan, pada Shazam! ini juga kurang terlihat unsur DCEU-nya walau disebutkan dalam berbagai meta-joke, universe-nya masih berada di Batman v Superman karena sering disebutkan oleh Freddy, bahkan ada adegan ikonis yang melibatkan Batman v Superman. 

Belum lagi adegan akhir yang akan membuat penonton penggemar DCEU bersorak-sorai gembira. Wonder Woman, Aquaman dan Shazam! sudah membangun pondasi yang baik, sehingga seharusnya kelanjutan dari DCEU dimulai dari ketiga film ini, tidak melihat lagi film-film lainnya. Karena kekurangan besar dari Justice League tentu disebabkan karena pondasinya belum kuat dan beberapa hal non teknis lainnya yang melatarbelakangi dan juga film-film lain dari DCEU karena tone-nya. 

Kedepannya ditangan Peter Saffran, James Wan, David F. Sanberg, Patty Jenkins dan James Gunn diyakini akan terjadi turning point dari kelangsungan DCEU ini.

Nah buat kamu yang penasaran film lengkapnya tapi ga punya waktu buat ke bioskop langsung aja ke indoxxi, untuk nonton film lengkap dengan format HD nya